Warning: Parameter 1 to Language::getMagic() expected to be a reference, value given in /home1/andong/public_html/wiki/includes/StubObject.php on line 32
Kopdar - Wiki CahAndong

Kopdar

Dari Wiki CahAndong

Langsung ke: panduan arah, cari

Kopdar adalah acara kumpul-kumpul dan ketemuan secara langsung para bloger yang biasanya hanya berjumpa di dunia maya. Acara kopdar biasanya diisi dengan kegiatan narsis, foto-foto, dan makan-makan.

Daftar isi

[sunting] Cara Sukses Bikin Kopdar

  1. Anggap kopdar adalah kesempatan yang langka
    Ini penting, mengingat ndak setiap hari kita bisa melakukan kopdar, apalagi pas ada seleblog yang datang. Seberapa pun rekan bloger yang datang, bisa dianggap sebagai kopdar. Belum lagi para bloger ini punya kesibukan masing-masing, sehingga untuk meluangkan waktu berkopdar ria adalah hal yang sangat langka. La siapa tau nanti kopdar bisa menjadi salah satu kegiatan yang dilindungi undang-undang karena saking langkanya. Jadi pasang mata dan telinga baik-baik, siapa tau ada informasi kopdar yang ndak boleh anda lewatkan. Tentu pastikan juga waktunya bisa sesuai dengan jadwal kita.
  2. Pilih lokasi yang menarik dan asyik
    Jelas ini penting. Kopdar bisa menjadi ajang hangout, refreshing, dan ngobrol-ngobrol yang hangat. Tempat yang cozy, nyaman, dan unik is a must. Standar lokasi kopdar yang sering saya temui adalah mol, kafe, restoran, angkringan, atau lain. Yang penting lokasinya mudah dicapai dan cukup untuk menampung peserta kopdar. Namun kita bisa membuat semacam variasi, dengan kopdar di tempat-tempat public space lainnya (kalo ada), obyek wisata, pantai, museum, atau bahkan di rumah sakit!
  3. Publikasi dan informasi adalah penting
    Buat apa kita bikin kopdar tapi ndak ada yang datang? Inilah gunanya publikasi, ilmu komunikasi, dan marketing. Kalo perlu kita bikin iklan segede gaban dan nyebar trekbek atau spam. Atau dengan mempublikasikan di blog dan membuat banner, seperti yang biasa dilakukan Antobilang. Kalo ingin lebih personal, menyebar undangan melalui SMS akan terasa lebih efektif. Selain SMS, YM pun bisa jadi media publikasi yang baik. Apa pun media publikasi kita, yang penting undangan kopdar kita nyampe dan terpublikasi dengan baik.
  4. Kaffah dan total dalam berpose saat sesi foto
    Berfoto setelah kopdar adalah wajib
    Berfoto setelah kopdar adalah wajib

    Seperti kata mutiara khas bloger, "tanpa skrinsut adalah hoax", maka ritual ber-jeprat-jepret-mrenges saat kopdar adalah fardhu ain! Walau ndak semua harus bawa kamera, minimal ada satu yang jadi tukang jepret dan ketiban sial karena ndak nongol di foto, kecuali kalo bawa tripod.

    Skrinsut ini selain menjadi dokumentasi dan bahan postingan, juga bisa menjadi ajang ta’aruf bagi temen-temen bloger lain yang ndak bisa datang kopdar. Dengan melihat foto, kita bisa tau wajah asli si bloger yang mungkin jadi cem-cem-an kita, yang kadang ndak seperti yang kita bayangkan.

  5. Bicarakan topik yang menarik
    Begitu ketemu, lalu ngapain? Ndomblong plongah-plongoh atau Bermain hape tentu bukan kegiatan yang bijaksana. Ya tentunya kalo ketemu ya ngobrol. Ada sensasi tersendiri yang kita dapatkan kalo kita ketemu langsung. Istilahnya, "gojek kere guyon goblok" mampu mendekatkan bloger-bloger yang ketemu saat itu. Siapa tau dari "gojek kere guyon goblok" itu bisa mengarah ke "goyang ranjang" alias dapet jodoh? Kalo kita kebingungan mo ngomong tentang apa, membicarakan blogosphere dan sekitarnya bisa menjadi pencair suasana dan obrolan default. Ndak jarang, obrolan kemudian meluas ke obrolan yang bersifat pribadi. Belum lagi gosip-gosip yang beredar, membuat suasana kopdar bisa sepanas acara infotainment. Lalu topik apa yang paling sering saya bicarakan? Biasanya sih seputar selangkangan, current issues, bertukar pengalaman, ngangsu kawruh, berbagi bokep dan cerita, baik dari seleblog maupun seleblog sekali banget.
  6. Anggap semua bloger adalah sama
    Di dunia blogosphere, semua sama. Ndak ada istilah bloger senior, junior, lu bloger kemarin sore, gua bloger jaman wangsa Syailendra, semua sama. Kalo soal perseleban, itu cuma stigma dari masyarakat blogosphere sajah.. ;)) Ketika kopdar, kita sering terperanjat ketika bertemu dengan bloger lain yang sering kita baca tulisannya. Oh, ternyata si itu ibu rumah tangga, ternyata si anu bintang bokep, ternyata si adek masih kelas 3 SD, ternyata si itu yang lainnya belom selesai kuliah, dan lain-lainnya. Di sinilah keunikannya. Dari baca membaca blog, kita seolah-olah kenal dekat dengan si empunya blog. Bahkan saking dekatnya, yang awalnya malu-malu lama-lama bisa jadi saling ejek dan pisuh-pisuhan. Tentu semuanya harus liat situasi, kondisi, toleransi, pandangan, dan jangkauan (sikontolpanjang). Suasana cair semacam ini bisa menjadi sarana mengakrabkan diri, tanpa memandang faktor usia, status, dan pekerjaan.
  7. What you eat is what you pay
    Ini yang paling penting. Kopdar kan biasanya ndak jauh-jauh dari ngeluarin ongkos. Entah transportasi hingga cemil-cemilan. Apalagi yang kopdarnya bertempat di mol, kafe, restoran, angkringan, atau lain yang mau ndak mau minimal kudu beli makanan atau minuman untuk teman ber-gojek-kere-guyon-goblok. Masalah nanti diusir gara-gara warungnya mo tutup, itu urusannya beda lagi. Soal perkara banting dompet kayak gini memang etisnya kita mbayar sendiri apa yang kita makan. Tapi kalo njenengan sedang sugih duit karena habis nembus nembak Tjap TJie Kie monggo saja kalo mau sok nge-bos-i mbayari semua. Atau kalau mau bantingan, kolek-kolek, mengumpulkan duit seikhlasnya lalu digunakan untuk membayar Total kerusakan, akan membuat suasana terasa akan terasa lebih akrab dan kekeluargaan. Dengan metode ini, subsidi silang bisa terpenuhi. So, ndak perlu pura-pura motret candid lalu mlipir untuk berkelit dari kewajiban bersama.
  8. Publikasikan laporan kopdar di blog
    Minimal ada seorang peserta kopdar yang menuliskan laporan kopdar di blog. Kalo masing-masing peserta kopdar menuliskan di blognya masing-masing, monggo saja. Toh kesan-kesan masing-masing individu kan beda. Tapi ini sih hukumnya fardhu kifayah. Menuliskan laporan di blog, selain sebagai dokumentasi juga bisa digunakan sebagai ajang provokasi dan ngiming-imingi bloger lain yang ndak bisa ikutan kopdar. Senarsis dan senista apa pun kopdar yang terjadi, tulis dan publikasikan. Memang, ndak semua cerita perlu dan mampu dituliskan semuanya, namun minimal menyebutkan waktu, lokasi, dan peserta kopdar rasanya sudah cukup. Tentu saja, foto-foto sebagai bukti otentik juga harus disertakan sebagai bukti bahwa postingan laporan kopdar itu bukan hoax.

[sunting] Istilah-Istilah Ketika Kopdar

Baca juga Istilah-istilah Kopdar

[sunting] Contoh Dalam Kalimat

Narator: Epilepsi bukan penyakit keturunan dan tidak ditularkan *penuh wibawa*
jeda...
Bloger: Ayo Bud, kita kopdar lagi!

[sunting] Lihat Juga

[sunting] Pranala Luar

Peralatan pribadi