Milo

Dari Wiki CahAndong

Langsung ke: panduan arah, cari
Tokoh Antagonis dan Celana Korban
Tokoh Antagonis dan Celana Korban

Milo adalah nama minuman terkenal yang menjadi merek dagang sebuah perusahaan makanan multinasional. Dalam konteks Jelata, kata Milo merujuk kepada kasus tumpahnya minuman milik Funkshit pada penyelenggaraan Kopdar Jablay di Bulevar UGM, Minggu 1 Juni 2008.

Daftar isi

[sunting] Korban

[sunting] Kronologis Peristiwa

Berikut adalah kronolig peristiwa Milo menurut saksi korban, yaitu Sdr. Herman Saksono.

  1. Pangsit memesan Milo panas.
  2. Milo panas datang, tapi anget. Pangsit berandai-andai, mungkin Milo ini harus dijemur dulu biar panas.
  3. Tokoh antagonis lewat, menendang gelas Milo anget.
  4. Milo anget tumpah dan membasahi celana Momon. Dompet Momon juga basah.
  5. Momon bete. Pangsit kehausan.
  6. Tokoh antagonis disalahkan.
  7. Tokoh antagonis marah. ASEMIK! YANG MARAH ITU HARUSNYA MOMON! (dan pangsit yang kehausan gak ada minum)
  8. Sepanjang hari celananya Momon basah gara-gara Milo Anget.
  9. Jelata yang lain menjadi lebih berhati2 menjaga minuman nya, terutama jika ada tokoh antagonis.

[sunting] Dugaan Sementara

Berdasarkan bukti-bukti di TKP, tersangka tokoh antagonis untuk sementara disimpulkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pelaku masih mahasiswa baru.
  2. Pelaku suka tidur.
  3. Pelaku berinisial kombinasi huruf R, G dan E (Kemungkinan bisa RGE, GER, RGE, ERG, GRE atau EGR).
  4. Pelaku belum pernah diprospek MLM.
  5. Pelaku suka menanam tapi enggan menuai.
  6. Pelaku biasanya memakai kaos "I Love Miyabi" saat kopdar.

[sunting] Upaya Rekonsiliasi

Sebagai bentuk kedewasaan manusia modern yang bermartabat dan berjiwa Pancasialis, maka dalam setiap permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari hendaknya selalu dilakukan upaya rekonsiliasi intensif yang mencakup : penyelesaian masalah, jabat tangan untuk saling memaafkan, mencoba solusi ganti rugi yang menguntungkan kedua belah pihak, dan keikhlasan penyelesaian sengketa. Di antara upaya rekonsiliasi yang dilakukan antara lain:

  • Tokoh antagonis menawarkan ganti berupa es jeruk yang tidak bertuan, tapi Funkshit menolak dengan alasan bahwa ini bukan persoalan minum semata, tapi ini soal harkat dan martabat manusia. Lagipula Funkshit merasa es jeruk tidak cocok dengan bubur ayam.
  • Terhadap celana Herman Saksono belum diadakan upaya pendekatan yang intensif oleh tokoh antagonis, sehingga korban menderita celana basah sepanjang hari.
  • Momon menawarkan Funkshit menyerot Milo anget dari celananya Momon. Tawaran ini ditolak.
  • Tokoh antagonis sampai saat ini belum mengeluarkan permintaan maaf secara resmi kepada Funkshit dan Momon. Meskipun demikian Funkshit dan Momon tidak memaksa si tokoh antagonis untuk meminta maaf. Apalagi dengan ancaman akan digebuk jika menolak, itu nggak Funkshit dan Momon banget, deh.

[sunting] Pranala

Peralatan pribadi